Kamis, 16 Mei 2013

JAGALAH TAUHID DAN JANGAN RENDAHKAN DERAJAT MANUSIA YANG MULIA DENGAN KESYIRIKAN


JAGALAH TAUHID DAN JANGAN RENDAHKAN DERAJAT MANUSIA
YANG MULIA DENGAN KESYIRIKAN

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia dibandingkan makhluk yang lain, baik dari segi fisiknya maupun anugerah yang begitu berharga yang membedakan dengan makhluk lainnya, yaitu akal.
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Israa’ [17]: 70)

Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar….
Saudara2Qyu seiman karena Allah, tidakkah ayat tersebut di atas menjadikan kita semakin bersyukur kepada Allah SWT? Bersyukur atas kemuliaan yang diberikan-Nya kepada kita sebagai manusia dibandingkan makhluk yang lain. Allah SWT memuliakan manusia sehingga dengan idzin-Nya dapat berjalan mengarungi daratan, lautan, bahkan angkasa.
 
Memang manusia dengan tubuh/fisiknya yang tanpa sayap tentunya tidak akan bisa terbang ke udara maupun luar angkasa, tidak seperti burung atau sebagian golongan jin maupun para malaikat yang bersayap. Namun, Allah SWT menganugerahi manusia akal yang dengan idzin Allah SWT (bi idznillah), manusia menggunakan akal pikirannya serta memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada sehingga bisa terbang melayang di angkasa dengan mengendarai pesawat yang melesat dengan kecepatan suara, bahkan mereka mampu terbang ke luar angkasa.

Hal ini tentunya mungkin terjadi jikalau manusia memanfaatkan akal dan segala sumber daya alam yang Allah SWT karuniakan kepada mereka, sebagaimana firman Allah SWT:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ
“Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahmaan [55]: 33-34)

 
Memang manusia dengan tubuh/fisiknya yang tanpa insang, sirip, dan ekor tentunya tidak akan bisa menyelam ke dasar laut, tidak seperti ikan atau sebagian golongan jin. Namun, Allah SWT menganugerahi manusia akal yang bi idznillah, manusia menggunakan akal pikirannya serta memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada sehingga bisa menyelam ke dasar laut dengan menggunakan peralatan menyelam atau mengendarai kapal selam yang mampu bertahan dengan waktu yang lama dan bergerak dengan cepat, bahkan bukan hanya membawa satu atau dua orang tapi mampu mengangkut banyak orang dan barang.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahmaan [55])


Memang manusia dengan jasad dan kemampuan panca inderanya yang terbatas tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan dibatasi tempat yang jauh, tidak seperti jin jahat dan syetan yang bisa saling berkomunikasi sekalipun dengan jarak yang berjauhan serta mencuri dengar berita dari langit. Namun, Allah SWT menganugerahi manusia akal yang bi idznillah, manusia menggunakan akal pikirannya serta memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada sehingga bisa membuat alat komunikasi yang canggih seperti HP, televisi, internet, dll.
Adalah pelajaran bagi semua umat manusia bahwa kita adalah Makhluk yang Mulia, bahkan Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk semuanya bersujud kepada manusia pertama, yaitu Nabi Adam as. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqarah [2]: 34)

Namun, ada makhluk yang begitu sombong, yaitu iblis yang tidak mau mentaati perintah Allah tersebut dengan tidak mau sujud kepada Adam as. Sehingga ini menjadi pelajaran kedua bahwa Musuh yang Nyata bagi umat manusia adalah iblis laknatullah dan bala tentaranya, syetan baik dari golongan jin maupun manusia. Sehingga haram hukumnya seorang muslim mengikuti langkah-langkah syetan, apalagi bersekutu dengan syetan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah [2]: 208)

Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar….
Saudara2Qyu seiman karena Allah, tidakkah ayat tersebut di atas (Al-Israa’ [17]: 70) menjadikan kita semakin bersyukur kepada Allah SWT? Bersyukur atas kemuliaan yang diberikan-Nya kepada kita sebagai manusia dibandingkan makhluk yang lain. Allah SWT memuliakan manusia sehingga diberikan rezeki dari yang baik-baik dan dilebihkan dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang lain.
Subhanallah, coba bayangkan manusia diberikan rezeki dari dalam tanah (padi, gandum, buah-buahan, umbi-umbian, dll yang tumbuh dari tanah), di daratan (binatang ternak), dari laut (ikan, kepiting, dll), serta dari udara (burung). Coba bandingkan pula dengan apa yang di makan oleh syetan atau jin? Sebagaimana hadits Rasulullah SAW, syetan ikut makan apa yang kita makan (alias nebeng), jika kita tidak membaca do’a makan yang dicontohkan Rasulullah atau makan dengan tangan kiri. Demikian pula halnya, makanan yang manusia makan adalah lebih baik dan jauh lebih sempurna baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dibandingkan apa yang dimakan oleh jin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَنَّهُ كَانَ يَحْمِلُ مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِدَاوَةً لِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَبَيْنَمَا هُوَ يَتْبَعُهُ بِهَا فَقَالَ « مَنْ هَذَا » . فَقَالَ أَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ . فَقَالَ « ابْغِنِى أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا ، وَلاَ تَأْتِنِى بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ » . فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمِلُهَا فِى طَرَفِ ثَوْبِى حَتَّى وَضَعْتُ إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ ، حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ ، فَقُلْتُ مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ قَالَ « هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ ، وَإِنَّهُ أَتَانِى وَفْدُ جِنِّ نَصِيبِينَ وَنِعْمَ الْجِنُّ ، فَسَأَلُونِى الزَّادَ ، فَدَعَوْتُ اللَّهَ لَهُمْ أَنْ لاَ يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ إِلاَّ وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا »
Bahwasanya ia pernah membawakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wadah berisi air wudhu dan hajat beliau. Ketika ia membawanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa ini?” “Saya, Abu Hurairah”, jawabnya. Beliau pun berkata, “Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek).” Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, “Ada apa dengan tulang dan kotoran?” Beliau bersabda, “Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari No. 3860)

Oleh karena itu, jangan pernah merendahkan kemuliaan yang Allah SWT karuniakan kepada kita sebagai manusia dengan berbuat kesyirikan. Namun sayangnya, di zaman modern ini masih banyak orang yang primitif, melakukan praktik-praktik kesyirikan yang sudah jelas-jelas merendahkan kemuliaannya sebagai manusia di bawah derajat jin/syetan. Mereka bersekutu dan minta bantuan kepada syetan dan jin jahat, pergi dan minta bantuan ke dukun, bangga memiliki ilmu-ilmu tenaga dalam, kebatinan, terawangan, dll. Masih banyak pula orang yang menganggap adalah suatu kehebatan bisa telepati (komunikasi jarak jauh dengan orang lain), menerawang atau melihat sesuatu/orang lain dengan bantuan seorang dukun melalui media air di baskom misalnya.
Padahal bukankah Allah SWT telah mengaruniakan akal yang dengannya manusia mampu berkomunikasi dengan orang lain yang berada di Arab Saudi atau Amerika, misalnya, pada saat itu juga dengan menggunakan HP?
Bukankah Allah SWT telah mengaruniakan akal yang dengannya manusia mampu melihat suatu kejadian/berita atau keadaan orang lain dengan menggunakan Telivisi atau internet, yang tentunya dengan banyak channel/website yang bisa diakses/dilihat dibandingkan melihat air di baskom? 
 

Bukankah manusia bisa terbang dan menyelam dengan teknologi canggihnya dibandingkan takjub/bangga bahkan apalagi minta bantuan jin hanya untuk bisa terbang?
Bukankah Allah SWT memberikan kemuliaan kepada manusia sehingga mereka bisa makan apa yang Allah sediakan dari apa-apa yang dihalakan darat/tanah, laut, maupun udara dibandingkan jin yang makan tulang dan kotoran?
Bukankah syetan/jin jahat akan takut dan terbakar kepanasan tatkala diperdengarkan adzan atau dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Do’a-do’a Ruqyah Syar’iyah yang dicontohkan Rasulullah SAW? Kenapa harus meminta kekuatan atau kekebalan dari makhluk yang amat lemah seperti mereka?
Bukankah ada Ruqyah Syar’iyah, Hijamah, atau Thibbun Nabawy lainnya sebagai solusi islami untuk berikhtiar mengobati penyakit medis maupun non medis, dibandingkan pergi berobat ke dukun, ”orang pinter”, paranormal yang hanya menguras uang dan menambah kesulitan dan dosa? 

 
Wahai saudara2Qyu seiman karena Allah, jauhilah kesyirikan dan jadilah manusia yang mulia, yaitu yang bertauhid, hanya menyembah kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maaidah [5]: 72).

Islam adalah ajaran yang mengharamkan perbuatan syirik, membebaskan manusia dari penghambaan atau perbudakan kepada makhluk lain, padahal kita sebagai manusia adalah makhluk mulia dibandingkan makhluk yang lain. Islam mengajarkan manusia agar menjadi makhluk mulia sesuai derajat dan karunia yang Allah SWT berikan dengan jalan senantiasa menyembah hanya kepada Allah SWT dalam setiap ucapan dan perbuatan kita. Karena inilah tujuan hidup kita, hanya menyembah Allah semata. Tauhid yang murni akan membuat kita sukses dalam hidup di dunia dan akhirat. Ini juga yang akan mengantarkan kita memperoleh ridho dan cinta-Nya, serta pahala yang besar, Jannatun Na’iim, tempat segala kenikmatan. Amiin....

 "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah [1]: 5)

Selasa, 16 April 2013

Do'a Sehari-hari




    1. DO'A SEBELUM/HENDAK MAKAN

    اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذاب النار
    Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa 'adzaa-bannaar Bismillahirrahmaaniraahiim.

    Artinya : Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR. Ibnu as-Sani)

    2. DO'A SESUDAH MAKAN

    الحمد ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻃﻌﻤﻨﺎ ﻭﺳﻘﺎﻧﺎ ﻭﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ
    Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimiin

    Artinya : Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR. Abu Daud)

    الحمد لله الذي أطعمني هذا ورزقنيه من غير هول مني ولا قوة
    Alhamdulilaahilladzi ath'amanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwwatin.

    Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan melipahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    3. DO'A SEBELUM / AKAN TIDUR

    اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
    Bismikallahhumma ahyaa wa bismika amuutu.

    Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (HR. Bukhari)

    4. DO'A MIMPI BURUK / TIDAK BAIK

    اللهم إني أعوذ بك من عمل الشيطان وسيئات الأحلام
    Allaahumma innii a'uudzu bika min 'amalisy syaythaani, wa sayyi'aatil ahlaami

    Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk (HR. Ibn as-Sani)

    5. DO'A SESUDAH DUDUK BANGUN TIDUR

    لاإله الا أنت سبحانك اللهم زدني علما ولا تزغ قلبي بعد إذ هديتني وهب لي من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
    Laa ilaaha illaa anta subhaanaka allahuma zidnii 'ilman wa laa tuzigh qalbii ba'da idz hadaitanii wa hablii min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu.

    Artinya : Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan
    hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)

    6. DO'A MENJELANG SHUBUH

    اللهم إني أعوذبك من ذيق الدنيا وذيق يوم القيامة
    Allaahumma innii a'uuzdu bika min dhiiqid dun-yaa wa dhiiqi yaumil qiyaamati.

    Artinya : Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)

    7. DO'A MENYAMBUT DATANGNYA PAGI

    أصبحنا وأصبح الملك لله عز وجل والحمد لله والكبرياء والعظمة لله والخلق والأمر واليل والنهار وما سكن فيهما لله تعالي اللهم اجعل أول هذا النهار صلاحا وأوسطه نجاحا وأخره فلاحا يا أرحم الراحمين
    Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaahi 'Azza wa jalla, wal hamdu lillaahi, wal kibriyaa'u wal 'azhamatu lillaahi, wal khalqu wal amru wallailu wannahaaru wa maa sakana fiihimaa lillaahi Ta'aalaa. Allahummaj'al awwala haadzan nahaari shalaahan wa ausathahu najaahan, wa aakhirahu falaahan, yaa arhamar raahimiina.

    Artinya : Kami telah mendapatkan Shubuh dan jadilah segala kekuasaan kepunyaan Allah, demikian juga kebesaran dan keagungan, penciptaan makhluk, segala urusan, malam dan siang dan segala yang terjadi pada keduanya, semuanya kepunyaan Allah Ta'ala. Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan dan
    pertengahannya suatu kemenangan dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling Penyayang dari segala penyayang.

    أللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متفبلا
    Allahumma innii as'aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan

    Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (h.r. Ibnu Majah)

    8. DO'A MENYAMBUT PETANG HARI

    أمسينا وأمسي الملك لله والحمد لله لاإله الا الله وحده لاشريك له اللهم إني أسألك من خير هذه اليلة وخيرمافيها وأعوذبك من شرهاوشرمافيها اللهم إني أعوذبك من الكسل والحرم وسوء الكبر وفتنة الدنيا وعذاب القبر
    Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillahi, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu. Allahumma innii as'aluka min khairi haadzihil lailati wa khhaiiri maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarrimaa fiihaa. Allaahumma innii a'udzuu bika minal kasali walharami wa suu'il kibari wa fitnatid dun-yaa wa 'adzaabil qabri.

    Artinya : Kami telah mendapatkan petang, dan jadilah kekuasaan dan segala puji kepunyaan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ii dan kebaikan yang terdapat padanya dan aku berlindung dengan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang terdapat padanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, tua bangka, dan dari keburukan lanjut umur dan gangguan dunia dan azab kubur. (HR. Muslim)

    اللهم أنت ربي لاإله إلا أنت عليك توكلت وأنت رب العرش العظيم ماشاء الله كان وما لم يشأ لم يكن لاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم أعلم أن الله علي كل شيء قدير وأن الله فد أحاط بكل شيء علما اللهم إني أعوذبك من شر نفسي ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربي علي صراط مستقيم

    Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, 'alaika tawakakaltu wa anta rabbul 'arsyil 'azhiimi, maa syaa'allahu kaana, wa maa lam yasya' lam yakun. Laa haula wa laa quwwata illaa billahil 'alliyyil 'azhiimi. A'lamu annallaaha 'alaa kuli syai'in
    qadiirun, wa annallahu qad ahaatha bukillin syai'in 'ilman. Allahumma innii a'uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri kuli daabbatin anta aakhidzun bi naashiyatihaa. Inaa rabbii'alaa shiraathin mustaqiimin.

    Artinya : Ya allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, kepada-Mu aku bertawakkal, dan engkau adalah penguasa 'Arasy Yang Maha Agung, apa
    yang dekehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi, tidak ada daya dan uapaya melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Aku mengetahui bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu, dan bahwa pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan dariku, dan kejahatan setiap binatang yang melata yang Engkau dapat bertindak terhadapnya, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

    9. DO'A MASUK RUMAH

    السلام علينا وعلي عباد الله الصالحين اللهم إني أسألك خير المولج وخير المخرج بسم الله ولجنا وبسم الله خرجنا وعلي الله توكلنا الحمد لله الذي أواني
    Assalaamu 'alaynaa wa 'alaa 'ibaadillahish shaalihiina. Allaahumma innii as-aluka khayral mawliji wa khayral makhraji. Bismillahi walajnaa wa bismillaahi kharajnaa wa 'alallahi tawakkalnaa, alhamdulilaahil ladzii awaanii.

    Artinya : Semoga Allah mencurahkan keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shalih. Ya Allah, bahwasanya aku memohon pada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluarku. Dengan menyebut nama-Mu aku masuk, dan dengan mneyebut nama Allah aku keluar. Dan kepada Allah Tuhan kami, kami berserah diri. Segala
    puji bagi Allah yang telah melindungi kami. (HR. Abu Daud)

    10. DO'A KELUAR RUMAH

    بسم الله توكلت علي الله ولا حول ولاقوة إلا باببه

    Bismilaahi tawakkaltu 'alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

    Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

    11. DO'A MENUJU MASJID

    اللهم اجعل في قلبي نورا وفي لساني نورا واجعل في سمعي نورا واجعل في بصري نورا واجعل من خلفي ومن أمامي نورا واجعل من فوقي نورا ومن تحتي نورا اللهم أعطني نورا
    Allaahummaj'al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran waj'al fii sam'ii nuuran waj'al fii basharii nuuran waj'al min khalfii wa min amaamii nuuran waj'al min fawqii nuuran wa min tahtii nuuran. Allahumma a'thinii nuuran.

    Artinya : Ya Allah, jadikanlah dalam qalbuku nur, dalam lisanku nur, jadikanlah dalam pendengaranku nur dan dalam penglihatanku nur. Jadikanlah dari belakang-ku nur dan dari depanku nur. Jadikanlah dari atasku nur dan dari bawahku nur. Ya Allah, berilah aku nur tersebut. (HR.Muslim)

    12. DO'A MASUK MASJID

    اعوذ بالله العلي العظيم وبوجهه الكريم وبسلطانه القديم من الشيطان الرجيم الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم علي محمد وعلي آل محمد اللهم اغفرلي ذنوبي وافتح لي أبواب رحمتك
    A'uudzu billahil 'aliyyil 'azhiimi. Wa biwajhihil kariimi, wa bisulthaanihil qadiimi minasy syaythaanir rajiimi alhamdu lillahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma shalli wa sallim 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammadin. Allaahumaghfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika.

    Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dan demi wajah-Nya Yang Maha Mulia dan dengan kekuasaan-Nya Yang tak berpermulaan (berlindung
    aku) dari kejahatan syaitan yang terkutuk. Segala puji kepunyaan Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, sanjung dan selamatkanlah Nabi Muhammad saw. Dan keluarganya.
    Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu. (h.r. Abu Daud)

    اللهم افتح لي أبواب رحمتك
    Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.

    Artinya : Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (h.r. Muslim)

    13. DO'A KELUAR MASJID

    اللهم إني أسألك من فضلك
    Allaahumma innii as'aluka min fadhlika

    Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa'I dan Ibnu Majah)

    14. DO'A MASUK WC TOILET KAKUS

    اللهم إني أعوذبك من الخبث والخبائث
    Allaahumma innii a'uudzubika minal khubutsi wal khabaa'itsi.

    Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan betina. (HR. Bukhari dan Muslim)

    15. DO'A KELUAR WC TOILET KAKUS

    غفرانك الحمدلله الذي أذهب عني الأذي وعافني
    Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba 'annjil adzaa wa'aafaanii.

    Artinya : Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakitku dan telah menyembuhkan/menyelamatkanku. (HR. Abu Daud)


    16. DO'A SEWAKTU BEPERGIAN/PERJALANAN (SAFAR)

    Ada beberapa bacaan doa. Pakailah salah satunya.

    DOA SAFAR (BEPERGIAN) I
    أللهُ أكْبَر، اللهُ أكْبَر، اللهُ أكْبَر﴿ سُبْحَانَ الذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ﴾ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعَثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ.[وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ وَزَادَ] آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
    TEKS LATIN: Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, subhânalladzî sakhoro lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinîn wa innâ ilâ Robbinâ lamungkolibûn, Allâhumma innâ nasaluka fî safarinâ hâdzâ al-Birro wa at-Taqwâ, wa minal’amali mâ tardhâ, Allâhumma hawwin ‘alainâ safaronâ hâdzâ, wathwi ‘annâ bu’dahu, Allâhumma antasshôhibu fî as-safari, wa al-Kholîfatu fî al-Ahli, Allâhumma innî a’ûdzubika min wa’tsâi as-Safari wa kaâbatil manzhori wa sûil munqolabi fî al-Mâli wa al-Ahli. (Apabila kembali dari perjalanan baca lagi doa di atas dengan tambahan sbb:) âyibûna tâibûna ‘âbidûna lirobbinâ hâmidûn.

    Artinya: Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.” Apabila kembali, do’a di atas dibaca, dan ditambah: “Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.”

    DOA SAFAR (BEPERGIAN) II
    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

    Artinya: Ya Allah, kami mohon kepadamu dalam perjalanan ini kebajikan katakwaan dan amal yang Engkau ridhoi Ya Allah, ringankanlah atas kami perjalanan ini, dekatkanlah jaraknya perjalanan ini, Ya Alloh Engkaulah temanku dalam perjalanan ini dan Engkaulah sebagai pengganti yang melindungi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari pada kesusahan perjalanan ini, dari pemandangan yang menyakitkan dan dari nasib yang sial dalam harta dan keluarga.” (Hadits Riwayat Muslim)

    DOA SAFAR III

    اللهم بك أستعين وعليك أتوكلز اللهم ظلل لي صعوبة أمري وسهل علي مشقة سفري وازقني من الخير أكثر مما أطلب واشرف عني كل شر رب اشرح لي صدري ويسرلي أمري
    اللهم إني استحفظك وأستودعك نفسي وديني وأهلي وأقاربن وكل من أنعمت علي وعليهم به من أخرتي ودنياي فاحفظنا أجمعين من كل سوء ياكريم دعواهم فيها سبحانك اللهم وتحيتهم فيها سلام وأخر دعواهم عن الحمد لله رب العالمين وصلي الله علي سيدنا محمد وعلي آله وصحبه وسلم
    Allahumma bika asta'iinu wa 'alayka atawakkalu. Allaahumma dzallil lii shu'uubata amrii wa sahhil 'alayya masyaqqata safarii warzuqnii minal khayri aktsara mim maa athlubu washrif ' annii kulla syarrin. Rabbisyrahlii shadrii wa yassirlii amrii. Allaahumma innii astahfizhuka wa astawdi'uka nafsii wa diinii wa ahlii wa aqaaribii wa kulla maa an'amta 'alayya wa 'alayhim bihi min aakhiratin wa dun-yaa, fahfazhnaa
    ajma'iina min kulli suu'in yaa kariimu, da'waahum fiihaasubhaanakallahumma wa tahiyyatuhum fitha salaamun, wa aakhiru da'waahum 'anil hamdu lilaahi rabbil ' aalamiiina, wa shallallahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aalihii wa shahbihii wa sallama.

    Artinya : Ya Allah, aku memohon pertolongann-Mu dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Ya Allah, mudahkanlah kesulitan urusanku dan gampangkanlah kesukaran perjalananku, berilah padaku rezeki yang baik dan lebih banyak dari apa yang kuminta. Hindarkanlah
    dariku segala keburukan. Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku.

    Ya Allah, kumohon pemeliharaan-Mu dan kutitipkan diriku kepada-Mu, agamaku, keluargaku, kerabatku dan semua yang Engkau ni'matkan padaku dan kepada mereka,
    semenjak dari akhirat dan dunia. Peliharalah kami semua dari keburukan, Ya Allah Yang Maha Mulia. Do'a mereka (dalam surga) ialah : "Subhaanakallahumma" (artinya : Maha Suci Engkau ya Allah). Ucapan sanjungan mereka di dalamnya ialah : "Salaam" (artinya : keselamatan).

    Dan akhir do'a mereka padanya ialah " "Alhamdulillahi rabbil aalamiin", (artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan seantero alam). Dan semoga Allah menyanjung dan
    memberi keselamatan kepada Nabi Muhammad saw. Dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya, semoga Allah memberinya keselamatan. (Disebutkan oleh an-Nawawi)

    17. DO'A TIBA DI TUJUAN

    الحمدلله الذي سلمني والذي آوني والذي جمع الشمل بي
    Alhamdulillaahil ladzi sallamanii wal ladzii aawaanii wal ladzii jama'asy syamla bii.

    Artinya : Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

    18. DO'A KETIKA BERCERMIN

    الحمد لله الذي سوي خلقي فأدله وكرم صورة وجهي فحسنها واجعلني من المسمين
    Alhamdulillaahil ladzii sawwaa khalqii fa'addalahu wa karrama shuurata wajhii fahassanahaa waja'alanii minal muslimiina.

    Artinya : Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu, membaguskannya dan menjadikan aku orang Islam. (HR. Ibnu as-Sani)

    اللهم كما حسنت خلجي فحسن خلقي
    Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii

    Artinya : Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku. (HR. Ahmad)

    19. DO'A KETIKA HENDAK BERPAKAIAN

    بسم الله الرحمن الرحيم اللهم إني أسألك من خيره وخير ما هو له وأعوذبك من شره وشر ما هو له
    Biismilaahirrahmaanirrahiimi. Allaahumma innii as-aluka min khayrihi wa khayri maa huwa lahu wa a'uudzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu.

    Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan sesuatu yang ada di pakaian ini.

    الحمد لله الذي كساني هذا ورزقنيه نم غير هول مني ولاقوة
    Alhamdulillahilladzii kasaanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwatin.

    Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan mengkaruniakannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Ibnu as-Sani)

    20. DO'A KETIKA HENDAK BERSETUBUH

    بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان مارزقتنا
    Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa.

    Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami. (HR. Bukhari)

    21. DO'A MASUK PASAR

    بسم الله اللهم إني أسألك خير هذه السوق وخير مافيها وأعوذبك من شر هذه السوق ومن شرما فنها اللهم إني أغوذبك أن أصيب فيها يمينا فاجرة أو شفقة خاسرة
    Bismillahi, allahumma innii as-aluka khayra haadzihiz suuqi wa khayra maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarri haadzihis suuqi wa min syarri maa fiithaa. Allahumma innii a'uudzu bika an ushiiba fiihaa yamiinaam faajiratan aw shafagatan khaasiratan.

    Artinya : Dengan nama Allah ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada didalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu dan dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan. (HR. Hakim)